Lo pernah kebayang hidup di dunia virtual di mana lo bisa kerja, nongkrong, belanja, bahkan punya rumah mewah tanpa harus keluar kamar? Yup, itulah gambaran metaverse yang dulu digembar-gemborkan sebagai masa depan umat manusia. Dunia digital super canggih, serba imersif, dan katanya bakal ngubah cara kita hidup.
Tapi sekarang, pertanyaannya: metaverse itu beneran masa depan… atau cuma mimpi keburu bangun?
Apa Sih Metaverse Itu? (Versi Santai)

Singkatnya, metaverse adalah dunia virtual yang bisa lo masukin pake teknologi kayak VR (Virtual Reality), AR (Augmented Reality), dan internet super cepat. Di sana, lo punya avatar—versi digital dari diri lo—yang bisa jalan-jalan, ngobrol, kerja, atau main bareng orang lain.
Konsepnya mirip game online Konohatoto78, tapi katanya lebih “serius” karena:
- Bisa dipakai buat kerja
- Bisa buat bisnis
- Bisa buat pendidikan
- Bisa buat investasi (NFT, tanah virtual, dll)
Makanya dulu banyak yang bilang, “Ini nih, internet generasi berikutnya!”
Kenapa Metaverse Sempat Hype Gila-Gilaan?
Jadi beberapa tahun lalu, metaverse sempat naik daun parah. Facebook bahkan sampai ganti nama jadi Meta. Investor rame-rame masuk. Brand gede beli “tanah virtual”. Influencer pamer aset digital.
Alasannya?
- Dunia virtual = peluang cuan baru
- Kerja remote makin normal
- Teknologi VR makin keren
- Orang pengen hidup “kedua” di dunia digital
Intinya, metaverse dijual sebagai pelarian dari dunia nyata yang ribet.
Realitanya Sekarang: Kok Kayak Sepi?
Nah, ini bagian abu-abunya.
Faktanya:
- Banyak platform metaverse sepi user
- Teknologi VR masih mahal dan ribet
- Gerak avatar kaku, grafik belum wow
- Orang capek pake headset lama-lama
- Belum jelas: ini buat semua orang atau cuma buat tech geek?
Bahkan beberapa perusahaan gede yang dulu all-in ke metaverse, sekarang pelan-pelan mundur atau fokus ke AI.
Masalah Besar Metaverse yang Jarang Dibahas
Jujur aja, metaverse punya banyak PR:
1. Aksesibilitas
Gak semua orang mampu beli headset VR jutaan. Kalau mau massal, harus lebih murah dan simpel.
2. Manfaat Nyata
Orang mikir, “Ngapain gue nongkrong di dunia virtual kalau Zoom aja cukup?”
3. Keamanan & Privasi
Data gerakan tubuh, suara, bahkan ekspresi wajah? Kalau bocor, serem juga.
4. Konten yang Masih Garing
Dunia virtualnya ada, tapi aktivitasnya belum bikin nagih.
Jadi, Metaverse Mati?
Jawabannya: belum tentu.
Metaverse mungkin bukan gagal, tapi kepagian dijual gede-gedean. Teknologinya masih berkembang, ekosistemnya belum matang, dan orang belum nemu alasan kuat buat “pindah hidup” ke sana.
Bisa jadi:
- Metaverse bakal hidup di sektor tertentu (edukasi, training, simulasi)
- Gak jadi dunia pengganti realita, tapi cuma pelengkap
- Atau berubah bentuk, nyatu sama AI dan teknologi lain
Kesimpulan: Mimpi Besar, Jalan Masih Panjang
Metaverse itu kayak mimpi gede yang konsepnya keren, tapi eksekusinya belum siap. Bukan mustahil suatu hari nanti lo kerja di kantor virtual sambil ngopi di rumah, tapi buat sekarang… ya masih banyak tanda tanya.
Jadi kalau lo nanya:
“Metaverse masa depan gak sih?”
Jawabannya:
Mungkin iya. Tapi bukan sekarang, dan bukan seperti yang dulu dijanjikan.
Mau lihat review PC, Laptop, Gadget, Game, Produk, dan banyak hal lainnya? Silahkan klik ⮕ phillyist.com
Tinggalkan Balasan