• Skip to main content
  • AI
  • Gadget
  • Game
  • Internet
  • Komputer
  • Tutorial
  • Sains
  • Sibersekuriti
  • Software
  • Ulasan

phillyist.com

Berita Teknologi Indonesia dan Dunia

Beranda » Teknologi Canggih Makin Gila, Dampaknya ke Kita Baik atau Toxic?

Teknologi Canggih Makin Gila, Dampaknya ke Kita Baik atau Toxic?

Desember 30, 2025 by Broto Wali Tinggalkan Komentar

Lo sadar nggak sih, hidup sekarang tuh makin hari makin kayak film sci-fi? Baru buka mata, tangan langsung refleks cari HP. Belum ngapa-ngapain, notifikasi udah rame: chat, email, promo, sampai drama orang yang bahkan nggak lo kenal. Teknologi canggih, makin “gila”, tapi pertanyaannya… ini bikin hidup kita lebih enak atau malah toxic?

Gue jamin jawabannya nggak sesimpel hitam putih.

Teknologi Bikin Hidup Makin Gampang (Ini Fakta)

Nggak bisa dipungkiri, teknologi itu kayak cheat code di kehidupan nyata.

  • Mau cari info? Tinggal googling.
  • Mau kerja? Bisa remote sambil ngopi.
  • Mau belanja? Tinggal klik, besok nyampe.
  • Mau jadi viral? Tinggal upload, doa dikit.

AI sekarang bahkan bisa nulis artikel, edit foto, bikin musik, sampai jadi “temen ngobrol” pas lo lagi sepi. Produktivitas naik, jarak makin nggak kerasa, dan peluang makin kebuka lebar. Dulu mimpi kerja sama klien luar negeri ribet, sekarang? Modal WiFi.

Kalau dipakai bener, teknologi itu berkah besar.

Tapi Kok Hidup Malah Terasa Capek?

Nah, ini sisi gelapnya yang sering kita cuekin.

1. Otak Kita Nggak Pernah Istirahat

Scroll TikTok bentar, eh tahu-tahu sejam ilang. Otak dijejelin konten nonstop: hiburan, berita buruk, flexing orang, drama nggak penting. Tanpa sadar, kita jadi gampang capek, susah fokus, dan overthinking.

2. Tekanan Sosial Makin Sadis

Liat story temen:

  • Dia jalan-jalan
  • Dia beli mobil
  • Dia sukses di umur 25

Sementara lo?
Masih mikir besok makan apa.

Akhirnya muncul perasaan: “Gue kok gini-gini aja ya?”
Padahal yang lo lihat cuma highlight, bukan realita.

3. Ketergantungan yang Nggak Kerasa

HP ketinggalan 5 menit aja udah panik. Nunggu balasan chat bikin gelisah. Bahkan sebelum tidur dan setelah bangun, yang lo lihat pertama itu layar. Konohatoto78

Kalau udah gini, teknologi bukan lagi alat, tapi boss.

Jadi, Teknologi Itu Baik atau Toxic?

Jawaban jujurnya: tergantung siapa yang megang kendali.

Kalau lo:

  • Pakai teknologi buat belajar
  • Bangun karier
  • Nambah skill
  • Nyambung sama orang-orang positif

☞ Itu baik.

Tapi kalau lo:

  • Kebanyakan bandingin hidup
  • Scroll tanpa tujuan
  • Lupa dunia nyata
  • Kehilangan waktu dan kesehatan mental

☞ Itu jadi toxic.

Teknologi itu netral. Yang bikin bahaya bukan alatnya, tapi cara kita makainya.

Biar Nggak Kena Efek Toxic, Ini Tips dari Gue

  • Atur waktu layar: Lo nggak harus online 24 jam.
  • Pilih konten: Follow yang bikin berkembang, bukan iri.
  • Detox digital sesekali: Sehari tanpa medsos itu nggak bikin lo mati, sumpah.
  • Inget dunia nyata: Ngobrol langsung, sentuh alam, hidupin momen.

Lo boleh canggih, tapi jangan sampe kehilangan sisi manusia.

Penutup: Jadi Manusia, Bukan Robot

Teknologi canggih bakal terus berkembang, makin cepat, makin gila. Kita nggak bisa ngelawan arus. Tapi kita masih bisa milih cara berenang.

Jangan sampe hidup lo dikontrol algoritma. Jangan sampe nilai diri lo ditentukan jumlah like. Pakai teknologi buat ningkatin hidup, bukan buat bikin lo ngerasa kecil.

Karena sejatinya, yang harus “pintar” itu bukan teknologinya — tapi lo.

Mau lihat review PC, Laptop, Gadget, Game, Produk, dan banyak hal lainnya? Silahkan klik ⮕ phillyist.com

Ditempatkan di bawah: Sains & Inovasi

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2026