Jakarta, 28 Juli 2025 — Seiring meningkatnya penggunaan QR code dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari pembayaran digital, presensi, hingga menu restoran—ancaman keamanan di balik teknologi ini pun ikut meningkat. Sayangnya, banyak pengguna belum menyadari bahwa serangan digital bisa di mulai hanya dari satu kali scan. Penipuan QR code kini menjadi metode baru yang di gunakan para pelaku kejahatan siber untuk mencuri data pribadi, akses ke rekening, hingga menyebarkan malware berbahaya.
Apa Itu Penipuan QR Code dan Mengapa Semakin Marak?

Penipuan QR code adalah bentuk rekayasa sosial atau phising digital yang memanfaatkan kode QR untuk menipu korban. Biasanya, pelaku membuat QR code palsu dan menempelkannya di tempat umum—seperti halte, restoran, atau ATM—untuk menggantikan QR code asli. Ketika seseorang tanpa curiga memindai kode tersebut, mereka bisa di arahkan ke situs palsu yang tampak sah, lalu di minta memasukkan informasi pribadi seperti PIN, OTP, atau data login akun bank.
Apa yang membuat penipuan ini makin berbahaya adalah sifatnya yang sulit di deteksi. QR code tampak seperti kumpulan kotak acak, dan mayoritas pengguna tidak bisa membedakan mana kode yang aman dan mana yang berbahaya.
Ciri-Ciri QR Code Berbahaya yang Perlu Diwaspadai
Agar Anda tidak menjadi korban selanjutnya, penting untuk mengenali beberapa ciri QR code mencurigakan berikut ini:
- QR code berada di lokasi umum dan tidak di awasi
- Tidak ada label resmi atau nama merchant di sekitar QR code
- Saat di pindai, QR code mengarahkan ke situs yang tidak familiar atau tampak aneh
- Muncul permintaan untuk mengunduh file, aplikasi, atau memasukkan informasi sensitif
Jika Anda menjumpai salah satu tanda di atas, sebaiknya urungkan niat untuk memindai. Lebih baik bertanya kepada pihak terkait, atau cek ulang melalui saluran resmi.
Langkah-Langkah Melindungi Diri dari Serangan QR Code

Berikut beberapa langkah preventif yang bisa Anda terapkan mulai sekarang:
- Gunakan aplikasi scanner terpercaya – Pilih aplikasi pemindai QR code dari pengembang ternama yang memiliki fitur keamanan.
- Aktifkan pratinjau URL – Beberapa aplikasi memungkinkan Anda melihat alamat situs tujuan sebelum benar-benar membuka halaman tersebut.
- Selalu periksa lingkungan sekitar – Pastikan QR code yang di pindai berada dalam konteks yang jelas dan tidak di tempel secara mencurigakan.
- Update sistem keamanan perangkat – Jangan abaikan pembaruan sistem dan antivirus di ponsel Anda.
Dengan kebiasaan ini, Anda bisa mengurangi risiko menjadi korban kejahatan digital yang makin canggih.
Penutup: Tetap Waspada di Era Digital
Meningkatnya kasus penipuan QR code menandakan bahwa kita tidak bisa sepenuhnya bergantung pada teknologi tanpa memperhatikan sisi keamanannya. QR code memang memudahkan, tapi jika tidak di gunakan dengan hati-hati, justru bisa membuka pintu bagi kejahatan yang merugikan.
Tinggalkan Balasan